"Dengan Berpegang pada Assunnah Hidup menjadi Indah"

Sikap Pertengahan Dalam Beragama.

  Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikamt islam yang mana sampai detik ini kita masih menghirup udara islam dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di setiap zaman ulama sebagi pewaris para Rasul, menunjukkan orang-orang yang sesat kepada petunjuk, membawa mereka dari kegelapan kepada cahaya, dan menghidupkan orang-orang telah mati hatinya dengan Kitabullah.
  Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Kita Muhammad shalawahu alahi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jalannya hingga hari kiamat.

 

     Sesungguhnya pertarungan antara haq dan batil terus berlangsung hinggah hari kiamat, setiap dari kebenaran dan kebatilan memiliki penyeru dan pembela, penyeru kebenaran berusaha menyelamatkan umat dan membawahnya ke jalan yang lurus agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedangkan penyeru kebatilan berusaha menyesatkan dan merusak umat agar mereka celaka.

      Di antara senjata yang paling banyak digunakan oleh para pembela kebatilan adalah talbis (pencampuradukan) antara hak dan batil yang merupakan cara-cara pengusung kesesatan jika berupa kebatilan yang murni maka tidak akan mungkin diterima oleh manusia, bersegeralah setiap orang membantah dan mengingkarinya, maka kesesatan menyebar di kalangan manusia karena mengandung kebenaran dan kebatilan.

      Maka sungguh sangat diperlukan ma’rifat (pengetahuan) yang jelas tentang jalan kebenaran (Sabilul Mukminin) dan jalan kebatilan (Sabilul Mujrimin) agar seorang muslim bisa menempuh jalan yang lurus yang menghantarkan kepada kebahagiaan dan selamat dari jalan-jalan kesesatan yang membawa kepada jurang kehancuran.

    Dan sungguh,saudaraku…Allah subhanahu wata’ala telah menjelaskan di dalam kitab-Nya sabilul Mukminin secara perinci sebagaimana telah menjelaskan Sabilul Mujrimin(orang-rang yang berdosa) secara terperinci, Allah berfirman :

وَكَذَالِكَ نًفصل اللآيات ولتستبين سبيل المجرمين

Dan demikian kami terangkan ayat-ayat al-Qur’an (supaya jelas orang-orang sholih,dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.-(QS.al-An’am(6):55)

dan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

ومن يشاقق الرسول من بعد ما تبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ما تولى ونصله جهنم وساءت مصيرا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bikan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-bruk tempat kembali.-(QS.an-Nisa’(4):115)

Saudaraku yang saya cintai…

    Bagaimanakah mengetahui Jalan Kebenaran (Sabilul Mukminin) dan Jalan Kesesatan (Sabilul Mujrimin) ?

Bersambung Insya Allah….

Ibadah haji kaum Muslimin ke Mekkah, Arab Saudi tahun 1431H.

Saudi Press Agency mengatakan bahwa catatan jumlah Muslim diharapkan dapat membuat haji tahun ini – lebih dari 3,4 juta, diantisipasi selama lima hari ibadah haji. Ibadah Haji merupakan Salah satu rukun islam, haji harus dilakukan setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka oleh setiap muslim yang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Peziarah melakukan thowaf mengelilingi Ka’bah, berdiri berjaga di Gunung Arafat dan Melempar jumrah. Pada akhir haji, tanggal 16 November, Hari raya Idul Adha dimulai di seluruh dunia.

1. Para Jamah Haji berjalan diantara  konstruksi di luar Masjidil Haram selama haji di Mekah, Arab Saudi pada Jumat 12 November 2010

2. Para jamaah haji yang terlihat dalam perjalanan mereka menuju sebuah bukit Arafat, di Dataran Arafah dekat Mekkah, Arab Saudi pada Senin, 15 November 2010

3. Ambulans diparkir di antara ribuan Jamaah haji dan berdoa di dekat Masjid Namira di Gunung Arafat, tenggara kota suci Mekkah Saudi, pada tanggal 15 November 2010. Para jamaah haji membanjiri dataran Arafat dari Mekah dan Mina sebelum fajar di sekitar lokasi di mana Nabi Muhammad memberi khotbah perpisahannya pada hari ini dalam kalender Islam 1.378 tahun yang lalu. Para jamaah haji  menghabiskan hari di Arafah untuk memperbanyak ibadahi dan membaca al-Qur’an.

4. Para jamaah haji sedang sholat, dekat masjid Namira di Arafah, Arab Saudi pada Senin, 15 November 2010

5. Pintu ka’bah

6. Para jamaah haji sedang sholat di puncak Gunung Arafat, tenggara Mekah, pada tanggal 15 November 2010. Peziarah membanjiri dataran Arafat dari Mekah dan Mina sebelum fajar  di sekitar lokasi di mana Nabi Muhammad memberi khotbah perpisahannya pada hari ini dalam kalender Islam 1.378 tahun yang lalu

7. Muslim peziarah lingkaran Ka’bah di tengah masjid Grand di Mekah selama haji tahunan November 11, 2010

9. Puluhan ribu juta jamaah haji sholat di Masjid Agung, selama haji tahunan di Mekah, Arab Saudi pada Jumat 12 November 2010

10. Para jamaaah haji melakukan shalat Jumat di depan Masjidil Haram di Mekkah, pada tanggal 12 November 2010

11. Para jamaah haji sedang thowaf di sekitar Ka’bah, di dalam Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi pada Sabtu, 13 November 2010

Demikian Situasi dan Kondisi Haji tahun 1431 H,semoga saudara yang menyaksikan diberi kemudahan Allah untuk melaksanakan ibadah haji tahun depan dan yang sudah melaksanakannya SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR.

By Happy

Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, sehingga kita tidak bisa menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya.

Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar[1], ada yang dirajam karena berzina[2], bahkan ada yang murtad keluar dari Islam[3]. Namun tidak ada satupun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya.

Karena memang, tidak ada satu pun manusia yang terjaga dari kesalahan selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139)

Pengalaman belajar di Saudi, bergaul dengan sebagian pekerja Indonesia yang kebetulan ketemu di masjid, di jalan, di toko, di majelis-majelis ilmu dan dalam suatu bimbingan ibadah haji tahun 1431 H atas permintaan sebuah travel yang pesertanya lebih dari 90 % pekerja Indonesia, sisanya India, Maroko dan Philipina. Semua itu menyisakan banyak cerita yang mungkin sebagiannya bisa dijadikan pelajaran, terutama yang berkaitan dengan hubungan antara pekerja dan majikan, yang oleh musuh-musuh Dakwah Tauhid dijadikan senjata untuk menjatuhkan ulama Ahlus Sunnah di negeri ini. Insya Allah akan kami sarikan dalam beberapa poin berikut:

Pertama: Para majikan tidak semuanya memahami agama dengan baik, banyak yang awam, tidak mau belajar agama dan banyak yang zalim terhadap pekerjanya[4]. Kepada mereka para ulama di negeri ini telah menasihati, baik secara pribadi maupun terang-terangan, seperti nasihat Asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Fiyfiy hafizhahullahyang sangat menyentuh di www.sahab.net[5] yang berjudul At-Tahdzir min Zhulmil Khudam wal ‘Ummal(Peringatan Keras dari Perbuatan Zalim kepada para Pembantu dan Pekerja). Demikian pula para khatib dan imam masjid terkadang menyampaikan khutbah tentang bahaya perbuatan zalim terhadap para pekerja

Kedua: Seharusnya TKI diberikan informasi tentang keadaan calon majikannya sebelum dia memutuskan bekerja kepada majikan tersebut, semoga hal ini bisa menjadi catatan untuk semua pihak yang terkait dalam pemberangkatan TKI

Ketiga: Alhamdulillah tidak semua majikan yang zalim, masih banyak yang baik insya Allah, meskipun bukan dari kalangan mutawwa’[6], atau penuntut ilmu, apalagi masyaikh. Bentuk-bentuk kebaikan mereka yang bisa saya ceritakan di sini:

  • Dari 100 orang yang ikut haji dalam bimbingan kami hampir semuanya dibiayai oleh majikannya, biayanya sekitar 3500 riyal atau senilai kurang lebih 7,5 juta rupiah
  • Perhatian majikan kepada pekerjanya selama melaksanakan ibadah haji dalam bentuk menelepon dan menanyakan kabar serta bagaimana pelayanan travel terhadap mereka. Jika pekerjanya mengadukan pelayanan travel yang kurang bagus, tidak lama kemudian majikan akan menelepon pengurus travel ini dan memarahinya habis-habisan
  • Sampai-sampai ada majikan yang berkata kepada pekerjanya, “Sampaikan kepada pengurus travel, berapa saja biaya yang dia minta akan saya berikan, asalkan kamu mendapat pelayanan yang baik”.
  • Seorang Ikhwan dibebaskan oleh majikannya dari seluruh pekerjaannya demi untuk menuntut ilmu, masih ditambah dengan uang saku per bulan dikirim secara rutin oleh majikannya. Bahkan Ikhwan yang lain, sampai pulang ke Indonesia masih dikirimi uang secara rutin oleh majikannya, demi untuk membiayai kegiatan-kegiatan dakwah.
  • Seorang pekerja asal Sumbawa, apabila dia cuti pulang kampung majikannya biasa menitipkan uang untuk dibagi-bagikan kepada keluarga dan tetangganya yang miskin.
  • Pekerja asal Jawa Barat, mengabarkan tentang pembangunan masjid di kampungnya yang belum selesai, langsung dikucurkan dana oleh majikannya tanpa mengecek langsung ke lokasi apakah dananya sampai atau tidak.
  • Seorang pekerja asal Jawa Barat, majikannya biasa mengantarnya untuk menghadiri pengajian yang diadakan oleh Kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing.
  • Seorang Ikhwan menceritakan, saudarinya bekerja pada seorang masyaikh, bertahun-tahun bekerja kepada keluarga masyaikh tersebut tidak pernah sekali pun dia berada dalam satu ruangan bersama majikannya yang laki-laki.
  • Seorang Ustadz menceritakan, bahwa seorang majikan meminta bantuannya untuk menasihati pembantu wanitanya yang sering menggodanya untuk berzina, akhirnya sang Ustadz menelepon dan menasihati pembantu ini.
  • Banyak majikan yang mensyaratkan supirnya harus disertai istrinya untuk mengantar anak-anak puteri mereka ke sekolah. Demikian pula sebaliknya, pembantu wanita harus datang bersama mahramnya.
  • Para masyaikh banyak sekali membebaskan pekerja mereka dari semua pekerjaan jika para pekerja ini benar-benar mau menuntut ilmu.

Keempat: Sebenarnya aturan-aturan pemerintah Saudi sangat menjamin para pekerja asing, di antaranya kewajiban majikan untuk membuatkan asuransi kesehatan bagi para pekerjanya dan hukuman yang setimpal bagi para majikan yang zalim terhadap pekerjanya, berikut beberapa kasus yang kami dengarkan:

  • Seorang majikan memukul supirnya, sang supir ini ditemukan oleh seorang Ikhwan Saudi dan membawanya ke kantor polisi, saat itu juga majikannya langsung dijemput dan ditahan oleh polisi dan wajib diqishah atau membayar sejumlah uang kepada pekerjanya yang dizalimi.
  • Cerita seorang Ustadz, ada majikan yang dituntut oleh pengadilan untuk membayar berapa pun yang diminta oleh seorang pembantu wanita yang dizalimi oleh si majikan.
  • Seorang majikan yang membunuh pekerjanya terancam hukuman mati, namun pihak keluarga di Indonesia lebih memilih untuk memaafkan dan menerima ganti rugi (diyah), akhirnya uang milyaran rupiah dititipkan melalui kedutaan Indonesia.

Kelima: Ketika majikan berbuat zalim, masalah terbesar para pekerja Indonesia adalah tidak mampu melapor ke kantor polisi ketika dizalimi, di antaranya karena kendala bahasa, tidak mengerti dengan aturan-aturan yang ada dan tidak adanya pendamping mereka yang siap siaga ketika dibutuhkan. Adapun pemerintah Philipina, sangat terkenal pendampingan dan pembelaannya kepada pekerjanya. Jika ada masalah yang terjadi pada pekerjanya mereka akan langsung turun ke lokasi dan menggunakan kekuatan diplomasinya untuk menekan pemerintah Saudi agar memproses menurut hukum yang berlaku. Sehingga jarang terdengar ada masalah antara majikan dan pekerja Philipina, padahal jumlah mereka (di luar kota suci Makkah dan Madinah) tidak kalah banyak dengan pekerja Indonesia

Keenam: Masalah terbesar dari sisi syari’at adalah datangnya para pekerja wanita (TKW) tanpa disertai mahram atau suami. Hampir semua masalah terjadi pada TKW yang tidak bersama suami atau mahramnya, sehingga dengan mudah mereka dizalimi tanpa ada yang membela mereka atau melaporkan ke kantor polisi. Padahal Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang safar wanita tanpa mahram dalam sabda beliau,

لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم ولا يدخل عليها رجل إلا ومعها محرم

“Janganlah wanita melakukan safar (bepergian jauh) kecuali bersama mahramnya, dan janganlah seorang laki-laki asing menemuinya melainkan wanita itu disertai mahramnya.” (HR. Al-Bukharidari Abdullah bin Abbasradhiyallahu’anhuma)

Ketujuh: Alhamdulillah, dengan sebab kerja di Saudi banyak sekali pekerja yang mendapatkan kebaikan yang sangat besar, di antara bentuknya:

  • Banyak pekerja yang tadinya beraqidah sufiyah quburiyah dan aqidah kesyirikan lainnya dengan berbagai macam bid’ahnya, tidak melaksanakan sholat lima waktu dan tidak memahami adab-adab Islami. Setelah tinggal di Saudi mereka tersentuh dakwah tauhid, meninggalkan semua bentuk syirik dan bid’ah, rajin melaksanakan sholat lima waktu dan mulai berhias dengan adab-adab Islami.
  • Pekerja-pekerja Philipina, Nepal dan Sri Lanka yang tadinya beragama Nasrani, Hindu dan Budha juga banyak sekali (sampai puluhan ribu orang) yang masuk Islam dengan sebab da’i-da’i dan buku-buku yang dicetak dengan bahasa mereka oleh Kantor-kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing di bawah naungan Kementrian Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Saudi Arabia.
  • Bisa menghadiri majelis-majelis ilmu para ulama.
  • Bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Kedelapan: Sayang sekali, banyak Kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing disusupi oleh hizbiyyun dari sebuah partai Islam di Indonesia dengan hanya bermodalkan ijazah LC [7], di antara kerusakan yang mereka lakukan:

  • Fasilitas dakwah digunakan untuk mendakwahkan kebatilan manhaj mereka.
  • Mengajak kepada perpecahan dengan menjajakan partai mereka di musim Pemilu.
  • Beberapa orang TKI yang ana temui, telah ikut kajian mereka bertahun-tahun namun tidak nampak adanya perubahan dalam aqidah dan ibadahnya menjadi lebih baik. Berbeda dengan TKI yang mengikuti kajian da’i-da’i Ahlus Sunnah, alhamdulillah banyak yang berubah menjadi lebih baik, seperti yang ana singgung di atas.
  • Hal itu karena memang tidak ada perhatian mereka terhadap dakwah tauhid dan sunnah kecuali sedikit, malah mereka lebih banyak memanfaatkan para TKI untuk bisnis pengiriman barang dan travel haji, dengan bimbingan haji yang tidak mengikuti petunjuk Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Kesembilan: Kezaliman yang diderita sebagian TKI bukan hanya oleh majikan di Saudi tapi juga oleh PJTKI maupun calo-calonya di Indonesia. Ana pernah menyaksikan sendiri bagaimana para TKI ini dibentak-bentak dan diperlakukan tidak seperti manusia di tempat penampungan TKI di Jakarta. Bahkan ketika sudah bekerja di Saudi sebagian TKI masih diwajibkan mengirim sejumlah uang setiap bulan kepada calo-calo ini di Indonesia.

Kesepuluh: Kami menghimbau kepada semua pihak yang terkait dalam pemberangkatan TKI (termasuk keluarga para TKI) ataupun yang diberi amanah oleh pemerintah untuk mengurus TKI di Saudi maupun di negara lainnya; hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala, janganlah mengirim TKW tanpa disertai suami atau mahramnya dan hendaklah melaksanakan tugas pembelaan dan pengurusan TKI sesuai amanah pemerintah. Ingatlah pertanggungjawabannya kelak di hari kiamat!

Inilah catatan ringan kami, hasil dari dialog dengan beberapa TKI, semoga bisa diambil pelajarannya baik oleh TKI, calon TKI maupun semua pihak yang terkait dalam pengurusan TKI. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki keadaan kaum muslimin dan pemerintah mereka.

Wallahu A’la wa A’lam wa Huwal Musta’an.

Footnote:

[1] Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya (6391):

عن أنس بن مالك رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه و سلم ضرب في الخمر بالجريد والنعال وجلد أبو بكر أربعين

[2] Seperti kisah Ma’iz bin Malik radhiyallahu’anhu dalam riwayat Al-Bukhari (6438) danMuslim (4520)

[3] Seperti kisah suami Ummu Habibah radhiyallahu’anha yang murtad di negeri Habasyah

[4] Ada juga majikan atau orang Saudi yang Sufi (murid-muridnya Alwi Al-Maliki), Syi’ah dan Hizbi Ikhwani. Salah seorang Ustadz kita, ketika diketahui oleh majikannya yang Ikhwani bahwa Ustadz kita ini pernah belajar di Darul Hadits Dammaj, majikannya mulai mempersulit ruang gerak beliau, sampai saat ini beliau dipaksa pulang ke Indonesia dengan membayar ganti rugi kepada majikannya sebesar 6000 riyal. Adakah yang mau membantu?

[5] http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=829

[6] Mutawwa’ adalah istilah orang-orang awam di Saudi untuk menyebut orang yang nampak keshalihannya dan menjalankan sunnah seperti jenggot dan memendekkan pakaian (tidak sampai menutupi mata kaki)

[7] Lebih disayangkan lagi, ada seorang Ustadz terkenal, penerjemah buku Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhabrahimahullah yang dicetak oleh Kantor Kerjasama Dakwah dan Bimbingan Islam di Riyadh, yang memberikan jalan kepada da’i-da’i hizbi ini untuk masuk menjadi pembina-pembina TKI di Kantor-kantor Dakwah untuk Orang-orang Asing di Saudi

Penulis: Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray,

http://masrurroziq.wordpress.com

Sesungguhnya segal puji kepunyaan Allah, Kepada-Nyalah kita memuji, memohon pertolongan, memohon ampun, dan memohon perlindungan dari jeleknya jiwa kita dan buruknya perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk.
Sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallawahu alaihi wasallam.

Saudaraku yang tercinta…..
Sesungguhnya ilmu adalah agama.(1) Adapun menuntut ilmu adalah kewajiban yang paling agung dari kewajiban-kewajiban agama.Ilmu yang wajib di ketahui seorang muslim adalah ilmu yang bisa membenarkan aqidahnya, membenarkan ibadahnya dan membenarkan amalan kesehariannya. Menuntut ilmu adalah wajib atas orang-orang yang bodoh dan atas penuntut ilmu pemula dan senior, bahkan wajib pula atas ulama.Maka yang wajib atas seorang muslim adalah hendaknya dia menjadi penuntut ilmu,dan tetap dalam keadaan menuntut ilmu sampai ajal menjemput.(2)

Abu Abdillah

1. Ibnu Sirin (Shahih Muslim 1/78), Abdullah bin Aun (alFaqih wal Mutafaqqih), dan Al Malik (at-Tamhid 1/67).
2.Nuhdzah Ilmiyyah fi Manhajis salaf fil Ilmi wal Ulama.

HAPPY BLOG

Bismillahirrahmanirrahim,Segala puji bagi Allah Azza Wajalla yang telah memberikan nikmat iman sehingga sampai saat ini kita masih di atas agama yang benar.Sholawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad Shalawallhu alaihi wasallam yang telah menunjukkan kita dari zaman kegeelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu “Shirotol mustaqiim”

Sudaraku yang tercinta…selamat bergabung di Blog Kita bersama, bersama kita jalin ukhuwa islamiyah melalui Happy Blog,Insya Allah.

Abu Abdillah

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.